Aku dan Kawanku
oleh: Ludvi Novisatul Chusna
Suatu pagi yang cerah
saat hari libur tiba, dengan hembusan
udara yang sejuk dan suara merdu kicau burung, menambah semangat Ari
untuk pergi memancing. Ari memiliki hobi memancing, tempat yang ia sering menghahabiskan
waktunya adalah sungai di ujung desa.
Dengan membawa sebuah alat pancing lengkap dengan umpan ia memulai harinya. Di
tengah perjalanan, Ari bertemu dengan dua orang sahabatnya. “Kamu mau kemana
Ari?” tanya Billi terhadap Ari. “Aku akan pergi memancing, di sungai ujung desa,
kalian mau kemana pagi-pagi begini?” jawab Ari santai. “Kami berencana ingin
kerumahmu untuk bermain” sahut wildan. “Sayang sekali Bil, Wil aku akan pergi
memancing. Apakah kalian mau ikut memancing bersaku?” tanya Ari kepada Billi
dan Wildan. “Tapi kami tak membawa perlengkapan apapun, bagaimana kami bisa
memancing?” sahur Billi. “Tidak apa, kita memancin dengan alat pancing yang
kubawa saja, bagaimana? Tanya Ari.
Akhirnya mereka bertiga berangkat bersama menuju sungai di ujung desa. Sesampainya di sungai, Ari segera memasang umpan dan melontarkan mata kail ke sungai. Beberapa saat kemudian seekor ikan berhasil diperolehnya. Kemudian Ari meminjamkan alat pancingnya kepada Billi dan Wildan. Secara bergantian mereka memancing, dan satu persatu ikan berhasil didapat. “Kelihatannya ini sudah siang, Ayo kita pulang teman-teman” kata Ari. “Ayo, kurasa ini sudah saatnya makan siang karena perutku sudah mulai lapar” jawab Willdan. Sebelum kita Pulang, ayo kita bagi ikannya terlebih dahulu” sahut Ari. “Jangan Ar, kamu bawa pulang saja ikan hasil memancing kita” jawab Billi. “Tidak, kita harus membagi ikannya, karena ikan pancingan ini milik kita bersama, jadi kalian juga mempunyai hak untuk mendapat ikan ini” kata Ari. “Apakah tidak apa-apa Ar, bukankah kami hanya menumpang dan memancing menggunakan pancinganmu?” tanya Wildan. “Tidak apalah, kitakan mancing bersama, tanpa kalian disini kita tidak akan memperoleh banyak ikan hari ini” sahut Ari. Kemudian mereka membagi ikan hasil memancing dan pulang ke rumah masing-masing. Mereka pulang ke rumah dengan rasa bahagia.
#karya_sastra_anak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar