Jumat, 29 April 2016

Cerpen 3



Indahnya Berbagi
Oleh : Ludvi Novisatul Chusna

 Hari Senin, Tia bangun pagi untuk menyiapkan diri pergi ke sekolah. Tak lupa sebelum berangkat sekolah, Tia sarapan terlebih dahulu masakan yang telah disiapkan oleh ibunya. Tia terbiasa membawa bekal dari rumah. Jam menunjukkan pukul 06.30 pagi, Tia segera bergegas menuju sekolahnya. 

Saat diperjalanan menuju sekolah, Tia melihat seekor kucing yang meraung-raung dan terlihat kusam tidak terurus. Kucing itu terlihat sangat kelaparan. Melihat kucing itu, Tia merasa iba. Tia mendekati kucing itu dan teringat kalau dia membawa bekal yang dimasakkan oleh ibunya. Kemudian Tia mengeluarkan kotak bekal dari tasnya. “Oh kasian sekali kamu... apa kamu lapar kucing...” gumam Tia. Tia ingin memberikan bekal yang ia bawa untuk kucing itu, tapi Tia berpikir susah payah ibunya membawakan bekal untuknya. “Apakah ibu akan marah...” pertanyaan yang muncul dari dalam hatinya. Tiba-tiba seorang teman sekolahnya menghampiri. “Apa yang sedang kamu lakuakan Tia” tanya Asri. “Aku kasihan melihat kucing ini, sepertinya dia kelaparan. Aku ingin memberikan bekal ini untuk dimakannya, tapi apakah ibuku akan marah kepadaku? Sedang ibu telah bersusah payah menyiapkan bekal ini untukku” tanya Tia pada Asri. “oh... jadi itu permasalahannya. Mengapa kamu tidak memberikan sebagian bekalmu itu untuk kucing ini, dan sebagian lagi dari bekal mu itu untuk kamu makan saat makan siang nanti, kurasa ibumu akan memahami dengan kejadian ini” jawab Asri. “Ya... Kurasa ibuku tidak masalah dengan hal ini, sebagian akan kuberikan pada kucing ini dan sebagian lagi akan kumakan untuk makan siang di sekolah nanti” jawab Tia. Kemudian Tia memberikan sebagian bekalnya untuk kucing itu, dan berangkat kesekolah bersama Asri. Tia merasa senang karena dapat berbagi makanan kepada mahluk hidup lain, tetapi masih bisa untuk dirinya sendiri.
 
 #karya_sastra_anak_ceerpen3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar