Indahnya Berbagi
Hari
Senin, Tia bangun pagi untuk menyiapkan diri pergi ke sekolah. Tak lupa sebelum
berangkat sekolah, Tia sarapan terlebih dahulu masakan yang telah disiapkan
oleh ibunya. Tia terbiasa membawa bekal dari rumah. Jam menunjukkan pukul 06.30
pagi, Tia segera bergegas menuju sekolahnya.
Saat diperjalanan menuju sekolah,
Tia melihat seekor kucing yang meraung-raung dan terlihat kusam tidak terurus.
Kucing itu terlihat sangat kelaparan. Melihat kucing itu, Tia merasa iba. Tia
mendekati kucing itu dan teringat kalau dia membawa bekal yang dimasakkan oleh
ibunya. Kemudian Tia mengeluarkan kotak bekal dari tasnya. “Oh kasian sekali
kamu... apa kamu lapar kucing...” gumam Tia. Tia ingin memberikan bekal yang ia
bawa untuk kucing itu, tapi Tia berpikir susah payah ibunya membawakan bekal
untuknya. “Apakah ibu akan marah...” pertanyaan yang muncul dari dalam hatinya.
Tiba-tiba seorang teman sekolahnya menghampiri. “Apa yang sedang kamu lakuakan
Tia” tanya Asri. “Aku kasihan melihat kucing ini, sepertinya dia kelaparan. Aku
ingin memberikan bekal ini untuk dimakannya, tapi apakah ibuku akan marah
kepadaku? Sedang ibu telah bersusah payah menyiapkan bekal ini untukku” tanya
Tia pada Asri. “oh... jadi itu permasalahannya. Mengapa kamu tidak memberikan
sebagian bekalmu itu untuk kucing ini, dan sebagian lagi dari bekal mu itu
untuk kamu makan saat makan siang nanti, kurasa ibumu akan memahami dengan
kejadian ini” jawab Asri. “Ya... Kurasa ibuku tidak masalah dengan hal ini,
sebagian akan kuberikan pada kucing ini dan sebagian lagi akan kumakan untuk
makan siang di sekolah nanti” jawab Tia. Kemudian Tia memberikan sebagian
bekalnya untuk kucing itu, dan berangkat kesekolah bersama Asri. Tia merasa
senang karena dapat berbagi makanan kepada mahluk hidup lain, tetapi masih bisa
untuk dirinya sendiri.
#karya_sastra_anak_ceerpen3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar