Tupai yang Rakus
Oleh
: Ludvi Novisatul Chusna
Suatu
hari di musim panas, tampak seekor Tupai sedang sibuk diatas sebuah pohon.
Tupai tersebut terlihat asyik dengan apa yang sedang dilakukannya. “Apa yang
sedang kamu lakukan di atas sana Tupai?” sahut Kancil dibawah pohon. Tak ada
sahutan apapun dari Tupai untuk menjawab pertanyaan Kancil. Kancil merasa
terheran-heran mengapa Tupai tidak menjawab pertanyaannya. Kancilpun mengulang
pertanyaan itu hingga tiga kali, dan barulahTupai menjawab sahutan dari Kancil.
“Tak ada yang kulakukan di atas sini(sambil menyembunyikan buah kelapa), sedang
apa kamu di bawah sana kancil?” sahut Tupai. “Aku akan mencari makanan Tupai,
apakah kamu masih memiliki persediaan makan di musim panas ini?” tanya Kancil.
“Tak ada, aku tak memiliki apapun untuk persediaan musim panas ini” jawab
Tupai. “Baiklah, aku akan pergi untuk mencari makan. Sampai jumpa nanti Tupai”
kata Kancil.
Setelah
Kancil pergi meninggalkan tupai, Tupai merasa senang sekali. “Enak sekali
Kancil, ingin meminta persediaan makan musim panas, lebih baik aku makan
sendiri” Ucap Tupai. Tupai menghabiskan seluruh buah kelapa yang dimilikinya
hingga perutnya kekenyangan, lemas, dan tak berdaya. Kemudian, lewatlah Kancil
setelah mencari persediaan makanan di musim panas dan melihat Tupai tergeletak
tak berdaya di atas pohon. Melihat Tupai yang tak berdaya, Kancil meminta
bantuan Tupai lain untuk membangunkan dan membawa turun dari pohon. Setelah
Tupai sadar, Kancil bertanya kepada Tupai,”apa yang kamu lakukan di atas pohon
tadi hingga kamu lemas?”. “Aku makan buah kelapa hingga kekenyangan Kancil”
jawab Tupai. “Jadi kau menyembunyikan buah kelapa itu dari ku, sewaktu aku
bertanya padamu tadi?, untuk apa kau menyembunyikan buah kelapa itu Tupai? Aku
tidak akan meminta buah kelapa itu padamu, karena aku tidak suka buah kelapa.
Aku lebih memilik timun untuk makanan ku.” Kata Kancil. “Maafkan aku Kancil,
karena aku telah berbohong padamu dan terlalu rakus ” jawab Tupai. Tupai sangat
menyesal terhadap yang telah dilakukannya. “
#karya_sastra_anak_cerpen2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar