Jumat, 29 April 2016

Cerpen 4



Nenekku Sayang
Oleh : Ludvi Novisatul Chusna 
 

Nenek Yasmin adalah seorang wanita tua yang hidup dengan seorang cucu laki- laki bernama Alif. Mereka tinggal di sebuah gubuk tua di pinggir hutan. Semenjak bayi, Alif dirawat dan diasuh oleh nenek Yasmin. Alif sangat menyayangi nenek Yasmin seperti nenek kandungnya sendiri. Rasa sayang yang tumbuh di hati Alif menguat karena Alif tau bahwa nenek Yasminlah yang merawatnya hingga ia tumbuh menjadi anak yang kuat. Sekarang Alif telah berumur 10 tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan Alif, nenek Yasmin berjualan nasi pecel di depan gubuk tuanya. Pendapatan yang diperoleh nenek Yasmin untuk berjualan nasi pecel tidaklah menentu. Terkadang nasi pecel nenek Yasmin bisa habis terjual setengah hari saja, namun jika saat jarang pembeli, nasi pecel nenek Yasmin hanya terjual berapa bungkus saja. Namun nenek Yasmin tidak pernah mengeluh. Nenek Yasmin selalu mensyukuri rejeki yang dilimpahkan kepadanya. Setidaknya nenak Yasmin masih bisa menyambung hidup dan menyekolahkan Alif.
Text Box: 3

Suatu hari, Alif pulang sekolah dengan keadaan murung. Dengan wajah gelisah dan ragu-ragu, Alif ingin menyampaikan sesuatu kepada nenek Yasmin. “ Nenek, apakah nenek sudah punya uang untuk membayar biaya sekolah Alif?” Alif bertanya kepada nenek. “Belum, cucuku Alif. Nenek belum punya cukup uang untuk membayar biaya sekolah” jawab nenek gelisah. Mendengar jawaban nenek seperti itu, Alif tidak tega untuk meneruskan pertanyaan kepada nenek. Hingga akhirnya Alif menjawab “ Baiklah nenek, tidak apa-apa. Besok, Alif akan memberitahu ibu guru kalau Alif belum bisa membayar uang sekolah. Mungkin ibu guru akan mengerti. “Iya Alif, nenek akan segera mengusahakan dengan cepat, dan berbicaralah kepada ibu Gurumu dengan sopan santun ya nak, bilang kalau nenek belum bisa melunasi tagihan sekolah dengan cepat, tetapi nenek akan segera mengusahakannya” jawab nenek. “Iya, nek” jawab Alif.
Keesokan harinya, Alif menemui ibu guru dan berterus terang bahwa ia belum dapat melunasi uang sekolah dikarenakan belum ada biaya untuk melunasi. “ Assalamualaikum” Alif sambil terbata-bata. “ Waalaikumsalam, iya Alif. Silahkan masuk” Ibu Guru menjawab salam Alif. “ Mohon maaf bu, saya ingin berbicara bahawa saya...” Alif berkata. “tunggu-tunggu Alif, sebelum kamu berbicara, biarkan ibu bertanya, apakah benar kalau kamu suka menggambar? Ibu mendengarnya dari teman-teman kalau kamu suka menggambar? Apakah itu benar?” Ibu guru memotong Alif berbicara.”Iya memang benar bu guru, saya memang suka menggambar, memangnya ada apa bu guru?” Alif penasaran. Ibu guru menjawab pertanyaan Alif “ Jadi begini, besok akan diadakan lomaba menggambar tingkat kecamatan, dan sekolah ini belum ada perwakilan untuk mengikuti perlombaaan gambar tersebut, apakah kamu mau mengikutinya?”. “Iya bu guru saya mau dan bersedia mengikuti lomba tersebut” Jawab Alif. “Baiklah, lalu apa yang ingin kamu sampaikan tadi Alif?” sela ibu guru. “Jadi begini bu, saya belum bisa melunasi uang sekolah untuk saat ini, karena nenek saya belum mempunyai uang untuk membayar, dapatkah saya diberi tenggat waktu untuk melunasinya bu. Ibu tahu sendiri bahwa saya hanya tinggal berdua dengan nenek saja, dan usaha warung nasi pecel nenek pasang surut bu. Bolehkah ibu memberi saya waktu sedikit lama untuk melunasi biaya sekolah bu?” jawab Alif. “oh masalah itu, tenang saja Alif nanti ibu akan membantu kamu mengurus biaya sekolah, saat ini ada bantuan sekolah untuk siswa yang kurang mampu, sehingga kamu dan nenek aka lebih ringan untuk melunasi biaya sekolah, dan apabila kamu bisa berprestasi disekolah ini, entah dengan cara lomba menggambar atau pun prestasidibidang lain, sekolah akan memberikan beasiswa dan bantuan biaya sekolah, yang penting kamu tidak boleh putus asa dan terus belajar dengan giat Alif” Jawab ibu guru. “Benarkah itu bu?” tanya Alif kegirangan. “ Iya tentu saja, sekarang tugas kamu hanya fokus untuk belajar, dan lomba menggambar besok, nanti ibu akan menjelaskan kepada nenek mu” ibu guru memberi semangat. “Baiklah bu” Alif menjawab.
Sepulang sekolah, ibu guru menemui nenek Yasmin dan menjelaskan semuanya, serta memberitahu nenek bahwa besok Alif akan mewakili lomba menggambar tingkat kecamatan serta meminta restu nenek agar cucucnya diberi kelancaran dalam mewakili lomba menggambar. Nenek Yasmin merasa tenang dan senang dan tak lupa bersyukur karena cucunya bisa mewakili sekolah untuk mengikuti lomba menggambar tingkat kecamatan.
Berkat restu nenek yasmin, serta kesabaran dan tak lupa rasa syukur, akhirnya Alif memenengkan lomba gambar tingkat ecamatan dan berlanjut hingga lomba tingkat provinsi. Uang yang didapat dari lomba menggambar Alif digunakan untuk melunasi keurangan biaya sekolah dan sebagian diberikan kepada nenek karena rasa terimaksih Alif telah dirawat oleh nenek untuk membantu nenek menyambung usaha nenek menjual nasi pecel. Itu semua tidak lepas dari kesabaran yang telah lama ditunggu dan ini
telah membuahkan hasil.

#karya_sastra_anak_cerpen4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar