Oleh : Ludvi Novisatul Chusna
Nenek Yasmin adalah seorang wanita tua yang
hidup dengan seorang cucu laki- laki bernama Alif. Mereka tinggal di sebuah
gubuk tua di pinggir hutan. Semenjak bayi, Alif dirawat dan diasuh oleh nenek Yasmin.
Alif sangat menyayangi nenek Yasmin seperti nenek kandungnya sendiri. Rasa
sayang yang tumbuh di hati Alif menguat karena Alif tau bahwa nenek Yasminlah
yang merawatnya hingga ia tumbuh menjadi anak yang kuat. Sekarang Alif telah
berumur 10 tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan
menyekolahkan Alif, nenek Yasmin berjualan nasi pecel di depan gubuk tuanya.
Pendapatan yang diperoleh nenek Yasmin untuk berjualan nasi pecel tidaklah menentu.
Terkadang nasi pecel nenek Yasmin bisa habis terjual setengah hari saja, namun
jika saat jarang pembeli, nasi pecel nenek Yasmin hanya terjual berapa bungkus
saja. Namun nenek Yasmin tidak pernah mengeluh. Nenek Yasmin selalu mensyukuri
rejeki yang dilimpahkan kepadanya. Setidaknya nenak Yasmin masih bisa
menyambung hidup dan menyekolahkan Alif.
Keesokan harinya, Alif menemui ibu guru dan
berterus terang bahwa ia belum dapat melunasi uang sekolah dikarenakan belum
ada biaya untuk melunasi. “ Assalamualaikum” Alif sambil terbata-bata. “
Waalaikumsalam, iya Alif. Silahkan masuk” Ibu Guru menjawab salam Alif. “ Mohon
maaf bu, saya ingin berbicara bahawa saya...” Alif berkata. “tunggu-tunggu
Alif, sebelum kamu berbicara, biarkan ibu bertanya, apakah benar kalau kamu
suka menggambar? Ibu mendengarnya dari teman-teman kalau kamu suka menggambar?
Apakah itu benar?” Ibu guru memotong Alif berbicara.”Iya memang benar bu guru,
saya memang suka menggambar, memangnya ada apa bu guru?” Alif penasaran. Ibu
guru menjawab pertanyaan Alif “ Jadi begini, besok akan diadakan lomaba
menggambar tingkat kecamatan, dan sekolah ini belum ada perwakilan untuk
mengikuti perlombaaan gambar tersebut, apakah kamu mau mengikutinya?”. “Iya bu
guru saya mau dan bersedia mengikuti lomba tersebut” Jawab Alif. “Baiklah, lalu
apa yang ingin kamu sampaikan tadi Alif?” sela ibu guru. “Jadi begini bu, saya
belum bisa melunasi uang sekolah untuk saat ini, karena nenek saya belum
mempunyai uang untuk membayar, dapatkah saya diberi tenggat waktu untuk
melunasinya bu. Ibu tahu sendiri bahwa saya hanya tinggal berdua dengan nenek
saja, dan usaha warung nasi pecel nenek pasang surut bu. Bolehkah ibu memberi
saya waktu sedikit lama untuk melunasi biaya sekolah bu?” jawab Alif. “oh
masalah itu, tenang saja Alif nanti ibu akan membantu kamu mengurus biaya
sekolah, saat ini ada bantuan sekolah untuk siswa yang kurang mampu, sehingga
kamu dan nenek aka lebih ringan untuk melunasi biaya sekolah, dan apabila kamu
bisa berprestasi disekolah ini, entah dengan cara lomba menggambar atau pun
prestasidibidang
lain, sekolah akan memberikan beasiswa dan bantuan biaya sekolah, yang penting
kamu tidak boleh putus asa dan terus belajar dengan giat Alif” Jawab ibu guru.
“Benarkah itu bu?” tanya Alif kegirangan. “ Iya tentu saja, sekarang tugas kamu
hanya fokus untuk belajar, dan lomba menggambar besok, nanti ibu akan
menjelaskan kepada nenek mu” ibu guru memberi semangat. “Baiklah bu” Alif
menjawab.
Sepulang sekolah, ibu guru menemui nenek Yasmin
dan menjelaskan semuanya, serta memberitahu nenek bahwa besok Alif akan
mewakili lomba menggambar tingkat kecamatan serta meminta restu nenek agar
cucucnya diberi kelancaran dalam mewakili lomba menggambar. Nenek Yasmin merasa
tenang dan senang dan tak lupa bersyukur karena cucunya bisa mewakili sekolah
untuk mengikuti lomba menggambar tingkat kecamatan.
Berkat restu nenek yasmin, serta kesabaran dan
tak lupa rasa syukur, akhirnya Alif memenengkan lomba gambar tingkat ecamatan
dan berlanjut hingga lomba tingkat provinsi. Uang yang didapat dari lomba
menggambar Alif digunakan untuk melunasi keurangan biaya sekolah dan sebagian
diberikan kepada nenek karena rasa terimaksih Alif telah dirawat oleh nenek
untuk membantu nenek menyambung usaha nenek menjual nasi pecel. Itu semua tidak
lepas dari kesabaran yang telah lama ditunggu dan ini
telah membuahkan hasil.
#karya_sastra_anak_cerpen4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar